“Princess Papa siap berangkat sekolah?” Arsa sembari melirik Isyana yang terlihat murung disampingnya. “Sayangnya Papa kenapa?” tanya Arsa sembari mencondongkan tubuh ke kiri. “Jacky bolos Papa. Katanya dia nggak masuk sekolah.” Ah! Ternyata karena Si Jengkol Saus Pasta! “Kan Isya masih punya temen yang lain. Jackson sakit mungkin.” Kepala Isyana menggeleng. Anak itu semakin terlihat melipat wajahnya karena prediksi sang papa, “bukan Jacky, tapi Jesica.” Jawab Isyana. “Jesica meninggal Papa. Jacky sedih tapi Isya nggak bisa ke rumah Jacky. Kan harus sekolah.” “Anak pintar..” Arsa membelai puncak kepala Isyana, “sekolah itu nomor satu, oke?!” ragu-ragu Isyana menganggukan kepala. “Ya sudah sekarang sudah boleh berangkat?” melihat putrinya memberikan senyuman, Arsa menekan klakson bebe

