108

1118 Kata

“Iya penjara Arsa.. Kamu jadi tahanan!” kesal Ariana bangkit. Arsa terlihat seperti sapi ompong yang tertabrak kontainer- amnesia seketika alih-alih mati. “Ya Tuhan..” desah Ariana. Tampaknya Arsa masih mencoba mengumpulkan kesadarannya. “Kamu di kantor polisi Arsa! Semalam kalian membuat keributan!” jelas Arsa langsung membuat Arsa mengingat hal yang terakhir kali ia lakukan di mobil Dipta. Mata Arsa membulat. Ia meneguk ludah kasar. Merasa takut jika Ariana akan mengamuk. Bisa tamat riwayatnya sebagai suami. Posisinya pasti terancam meski berhasil membuat satu kemenangan karena berhasil mengusir istri gelap Sadewo. “Ayo bangun. Kak Dira nungguin kita di luar!” “Kak Dira?” pekik Arsa semakin takut. “MICHELL!!” Teriakan Dira membuat Arsa langsung bangkit dari tempatnya. Sejak ia tah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN