“Untuk apa kamu datang lagi ke rumah terkutuk ini, Kalandra?!” suara Aruna Maheswari bergaung nyaring di dalam ruang tamu kediaman Altamis yang sudah kosong melompong. Kalandra tidak menjawab, ia mengabaikan teriakan ibunya dan terus melangkah menyusuri koridor rumah yang sepi berdebu. Langkah sepatunya memecah kesunyian rumah yang seluruh asetnya telah dibekukan akibat skandal pembatalan pernikahan tiga bulan lalu. Bau apak akibat ruangan yang tidak pernah dibuka terhirup pekat, bercampur dengan sisa aroma parfum vanila milik Elara yang samar-samar masih tertinggal di udara. Kalandra mendorong pintu kamar tidur Elara yang setengah terbuka, menatap nanar ruangan yang kini tampak berantakan seperti baru saja dihantam badai. Pakaian-pakaian mewah yang dahulu ia belikan untuk mantan tunanga

