Lampu sorot mobil mewah itu mati seketika, menyisakan deru mesin disel yang halus namun konstan memecah kesunyian malam di pesisir Sumba. Elara membeku di atas kursi teras, mencengkeram erat tubuh Rhea ke dadanya hingga bayinya melenguh kecil akibat cengkeraman yang mendadak mengencang. Pintu kemudi mobil terbuka, menampilkan seorang pria bertubuh tegap yang langsung turun untuk membukakan pintu baris kedua dengan gerakan taktis. Elara berharap pria yang keluar adalah Kalandra dengan segala kemarahannya, namun harapannya runtuh total saat sepasang sepatu pantofel mewah melangkah turun menginjak tanah gersang halaman gubuknya. Arlo Danendra berdiri tegak di bawah temaram lampu teras lima watt, mengenakan kemeja kasual hitam yang lengannya digulung rapi hingga siku. Meskipun kegelapan malam

