BAB 37

1470 Kata

“Pak Gafar, maafkan saya ... maafkan semua kekacauan yang saya bawa ke rumah ini,” isak Elara sembari memeluk erat keranjang bambu kosong di lengan kirinya. Hujan Sumba yang semula berupa titik-titik kecil kini tumpah menjadi berondongan air yang menghantam atap seng gubuk sewa dengan suara pekak berisik. Di bawah temaram lampu teras yang bergoyang hebat ditiup angin badai, Elara berdiri dengan tubuh gemetar, sementara tangan kanan Arlo masih mengunci pergelangan tangannya. Gafar yang sempat terjerembap di tanah kini berdiri disangga istrinya, menatap Elara dengan pandangan mata yang dipenuhi rasa iba mendalam sekaligus ketidakberdayaan nyata menghadapi barisan pria kekar bersenjata. “Kamu tidak salah, Rahma. Seorang ibu yang melindungi anaknya tidak pernah salah di tanah ini,” sahut Gaf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN