Matahari baru saja terbit, memancarkan semburat cahaya keemasan yang perlahan memecah kabut tipis di kawasan elite Menteng. Namun, kehangatan pagi itu sama sekali tidak mampu mencairkan atmosfer sedingin es yang menyelimuti teras depan kediaman utama keluarga Maheswari. Rumah megah bergaya kolonial dengan pilar-pilar putih raksasa itu biasanya berdiri dengan keangkuhan mutlak, menjadi simbol dari sebuah dinasti bisnis dan politik yang seolah tak tersentuh hukum. Namun, fajar ini, gerbang besi tingginya terpaksa dibuka lebar tanpa ada penyambutan resmi dari para penjaga. Sebuah mobil SUV hitam sederhana—sangat jauh berbeda dari deretan limosin mewah Danendra Group yang biasa dikendarai dulu—berhenti tepat di depan lobi utama. Cklek. Pintu mobil terbuka hampir bersamaan. Arlo Danendra mel

