Sinar matahari pagi merayap kian tinggi, menembus deretan jendela kaca besar di koridor kediaman Maheswari yang mendadak terasa begitu lengang. Langkah kaki Arlo dan Elara terdengar berjalan seirama saat mereka melangkah menuju lobi utama. Di belakang mereka, ruang kerja Aruna telah berubah menjadi kuburan bagi ambisi besar wanita tua itu. Di dalam tas kain yang didekap Elara, draf surat pengunduran diri yang sudah ditandatangani kini tersimpan aman—sebuah kemenangan mutlak yang berhasil mereka rebut kembali. Namun, tepat sebelum mereka sempat mencapai pintu keluar menuju halaman, bunyi derit ban mobil yang mengerem mendadak di pelataran depan seketika memecah keheningan. Pintu lobi depan didorong terbuka dengan kasar. Seorang pria melangkah masuk dengan tubuh yang limbung, bergoyang tida

