Suara ketukan palu hakim dan derap langkah sepatu bot kaku milik petugas kurator hukum negara masih terngiang jelas di dalam ingatan Elara. Fajar tadi, segel merah berlogo otoritas bursa dan draf penyitaan resmi bank telah terpasang mati di gerbang kayu jati kembar ganda vila perbukitan Danendra Group. Kejayaan, kemewahan, dan barisan pengawal berseragam hitam yang selama ini mengunci ruang gerak Elara di dalam sangkar emas itu menguap habis dalam hitungan jam, menyisakan keheningan yang suram di atas bukit. Kini, realita baru membentang di hadapannya dalam bentuk sebuah ruangan sempit berukuran tidak lebih dari empat puluh meter persegi. Cklek. Elara mendorong pintu kayu tripleks yang catnya sudah sedikit mengelupas, melangkah masuk ke dalam unit apartemen subsidi di pinggiran kota urb

