Denting jam dinding di ruang kerja sayap barat bergaung bagai hitungan mundur menuju hari kiamat bagi Danendra Group. Badai bursa saham yang dipicu oleh manuver taktis Aruna Maheswari tidak lagi berupa ancaman di atas kertas draf hukum, melainkan sebuah eksekusi mati yang nyata. Hanya dalam kurun waktu empat puluh delapan jam sejak audit investigasi mendadak diluncurkan, fondasi kokoh dari kerajaan bisnis yang dibangun Arlo Danendra selama satu dekade terakhir mulai retak dan runtuh berhamburan. Pukul dua dini hari, layar monitor finansial di meja mahoni masih memuntahkan grafik merah yang menukik tajam ke titik nadir paling rendah sepanjang sejarah korporasi. Berita utama di berbagai media finansial global terus menampilkan tajuk utama yang sama, Dugaan Manipulasi Aset Abadi dan Skandal

