Fajar menyingsing di balik kabut perbukitan, namun dingin yang mendekam di dalam vila Danendra tidak kunjung terusir. Elara duduk membisu di sofa ruang tengah lantai satu, masih mengenakan sweter kasmir yang sama sejak semalam. Di atas meja kopi, lembaran foto fisik berukuran saku yang ia temukan di laci tersembunyi itu kini tersimpan rapat di dalam saku pakaiannya. Pikiran Elara berkecamuk hebat antara misteri wanita di masa lalu Arlo dan kenyataan pahit pernikahan sipil mereka. Brak! Pintu depan vila terbuka kasar, memotong keheningan pagi yang gersang. Dua orang pengawal melangkah masuk dengan tergesa-gesa, menggotong sebuah standing papan bunga berukuran sangat besar ke dalam ruang tengah. Elara refleks menegakkan posisi duduknya, matanya menyipit tajam menatap rangkaian bunga yang

