BAB 58

1564 Kata

Kabut tipis dari pegunungan masih menggantung rendah di atas aspal jalanan ketika mobil sedan mewah hitam milik Danendra Group bergerak membelah jalanan menurun menuju pusat kota Jakarta. Di dalam kabin mobil yang kedap suara itu, atmosfer taktis yang tercipta pasca-ancaman Arlo di halaman belakang semalam masih menyisakan ketegangan yang teramat pekat. Elara duduk bersandar di dekat jendela kaca baris kedua, memalingkan wajahnya menatap deretan pohon pinus yang bergerak mundur. Ia terpaksa menyetujui gencatan senjata ini—membuka kembali jalur komunikasi verbalnya—hanya demi melindungi Suster Lastri dan para pelayan vila yang tidak berdosa dari amarah diktator suaminya. Arlo duduk di sebelahnya, mengenakan setelan jas abu-abu gelap dengan potongan bahu yang kokoh. Sepasang manik mata ela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN