Ketegangan psikologis di dalam kabin mobil pasca-insiden pencegatan Kalandra di jalur perbukitan kemarin menyisakan residu paranoianya yang kian mengental. Namun, takdir tidak pernah memberikan ruang jeda yang cukup bagi Elara untuk bernapas. Pukul dua siang, saat Arlo sedang terjebak di dalam ruang rapat tertutup bersama jajaran komisaris utama Danendra Group di lantai lima puluh gedung pusat metropolitan, sebuah pesan taktis masuk melalui interkom paviliun tempat Elara beristirahat sementara menunggu jadwal pemeriksaan medis Rhea. “Nyonya Elara, ada tamu khusus yang menunggu Anda di ruang tunggu privat sayap selatan,” lapor Riko melalui sambungan internal, suaranya terdengar kaku dan sarat akan keraguan yang tidak biasa. “Beliau datang menggunakan jalur masuk korporat pihak ketiga.” El

