BAB 86

1317 Kata

Pagi di kawasan Jakarta Timur terasa jauh lebih hangat dan bersahaja. Di balik pagar besi tempa hijau yang membatasi jalan raya, rimbunnya tanaman melati dan pohon rambutan liar membingkai sebuah kompleks bangunan dua lantai berarsitektur tropis yang sangat sederhana. Sebuah papan kayu jati tua tergantung rapi di dekat gerbang, mengukir nama “Yayasan Anyelir”—sebuah tempat panti asuhan sekaligus pusat pemberdayaan perempuan yang kini dikelola penuh oleh Thalia. ​Suasana di sini bertolak belakang dengan suasana galeri seni di Senopati yang cenderung dingin dan formal. Di halaman rumput yayasan, udara riuh oleh suara tawa anak-anak yang berlarian tanpa beban. Suara derap sepatu kecil, tepukan tangan riang, hingga celoteh polos mengisi setiap sudut halaman yang ternaungi pohon rindang. ​Tha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN