BAB 41

1389 Kata

Suara deru angin badai yang menghantam dinding kaca lantai dua vila mewah itu seolah tenggelam oleh debaran jantung Elara yang kian menggila. Di dalam kamarnya yang remang-remang, ia berdiri mematung di balik tirai tipis jendela besar yang terkunci otomatis, mendekap Rhea Shaka seerat mungkin ke dadanya. Dari ketinggian ini, pandangan matanya terkunci lurus ke arah halaman depan vila yang kini disorot oleh lampu taman berkekuatan tinggi. Di bawah guyuran hujan lebat pinggiran kota yang kian menderu, Kalandra Altamis berdiri dengan tubuh yang basah kuyup. Kemeja formalnya yang mahal kini melekat erat di kulit tubuhnya yang menegang, sementara potongan rambut klimisnya yang biasa tertata rapi telah rusak berantakan dihantam air hujan. Wajah mantan tunangannya itu tampak hancur oleh amarah y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN