“Rahma, tolong bersihkan ikan cakalang di ember itu sekarang, minyak di wajan sudah panas,” panggil Martha, pemilik penginapan kecil tempat Elara bekerja, dari arah dapur yang penuh asap. Elara menoleh, menyeka keringat yang bercucuran di dahinya menggunakan ujung sweter longgar yang kini lengannya sudah digulung hingga siku. Ia melangkah mendekati ember plastik besar yang berisi belasan ekor ikan laut segar hasil tangkapan nelayan lokal subuh tadi. Bau anyir darah ikan yang menguar pekat langsung menghantam indra penciumannya, memicu rasa mual yang sangat hebat di dalam perutnya. Elara membungkuk dalam, mencengkeram pinggiran meja kayu untuk menahan tubuhnya yang mendadak lemas dan gemetar. Ia menarik napas panjang melalui mulut, mencoba mengusir rasa mual akibat gejala kehamilan yang s

