“Turunkan aku di sini, Arlo! Aku tidak mau berada di dalam satu ruangan dengan monster sepertimu!” Elara berteriak sembari menggedor kaca jendela mobil yang tertutup rapat. Rintik hujan yang deras menghantam bodi sedan hitam milik Arlo Danendra, menciptakan suara bising yang memekakkan telinga di dalam kabin. Elara terus menarik tuas pintu mobil, namun sistem pengunci otomatis yang dikendalikan oleh Arlo membuat usahanya sia-sia. Tubuh Elara yang basah kuyup karena sempat berjalan di bawah badai kini menggigil hebat akibat embusan pendingin ruangan yang menusuk kulit. “Duduk diam di tempatmu, Elara, atau kita akan kecelakaan di jalanan licin ini,” perintah Arlo dengan nada suara yang sangat tenang. “Aku lebih baik mati kecelakaan daripada harus duduk di samping pria b******k yang sudah

