BAB 25

1443 Kata

“Buka pintunya, Elara! Aku mohon buka pintunya sekarang juga!” Ketukan panik Thalia di pintu besi apartemen sewa itu beradu keras dengan suara petir yang masih menggelegar di luar. Elara berdiri mematung di dalam ruangan yang gelap gulita, membiarkan genangan air hujan menetes dari gaun tidurnya dan memandikan lantai linoleum. Tubuhnya bergetar begitu hebat, bukan hanya karena dingin yang menusuk tulang, melainkan karena sisa trauma konfrontasi di mansion Altamis masih merajai isi kepalanya. Ketika Thalia akhirnya menggunakan kunci cadangan untuk masuk, sahabatnya itu langsung menjerit tertahan melihat kondisi Elara yang mengenaskan. “Ya Tuhan, Elara! Apa yang terjadi padamu?!” Thalia langsung menerjang maju, mendekap tubuh Elara yang sedingin es. “Semuanya sudah berakhir, Thal. Rencana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN