BAB 26

1357 Kata

“Kereta api ekonomi Matarmaja tujuan Malang melalui Semarang Tawang dan Solo Jebres, akan segera diberangkatkan dari jalur empat.” Pengumuman dari pengeras suara stasiun memecah keheningan fajar yang dingin, bergema di antara langit-langit tinggi peron Stasiun Pasar Senen. Elara duduk di bangku peron paling pojok, merapatkan jaket denim longgar milik Thalia untuk membungkus tubuhnya yang masih menyisakan rasa lelah luar biasa. Topi hitam yang ia tarik rendah hingga batas alis menjadi tameng rapuh untuk menyembunyikan wajah pucatnya yang membengkak akibat tangisan semalam. Di samping kakinya, sebuah koper hitam kecil teronggok bisu, menjadi satu-satunya saksi bisu dari seluruh sisa hidupnya yang runtuh dalam waktu satu malam. Udara pagi itu terasa sangat pekat oleh aroma besi rel yang bas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN