“Ada apa dengan semua keributan di malam buta begini?!” Suara bariton yang sarat akan otoritas mutlak itu memotong ketegangan di ruang tengah seperti pisau algojo. Langkah kaki yang teratur dan berwibawa terdengar mendekat dari arah tangga utama mansion Altamis. Aruna Maheswari melangkah anggun namun mematikan, mengenakan gaun tidur beludru panjang berwarna marun yang menegaskan statusnya sebagai matriark tertinggi. Matanya yang tajam menyapu seluruh ruangan, seketika menangkap pemandangan Elara yang bersimpuh lemas di atas lantai marmer yang dingin. “Ibu,” Kalandra bersuara, suaranya mendadak tertahan di tenggorokan saat melihat sang ibu sudah berdiri di antara mereka. “Jelaskan pada Ibu, Kalandra, kenapa ada musuh bisnis kita di dalam rumah ini pada jam selarut ini?” Aruna menunjuk Ar

