Suara tawa kecil yang teramat asing di telinga Elara memecah kesunyian ruang tengah vila mewah itu pada suatu sore yang berkabut. Elara yang baru saja melangkah turun dari tangga kayu melingkar seketika menghentikan langkah kakinya di anak tangga terakhir. Pemandangan di atas karpet beludru tebal di dekat perapian membuat seluruh otot tubuhnya menegang sempurna, memicu pusaran emosi yang seketika membakar dadanya dengan rasa panas yang menyesakkan. Arlo Danendra duduk bersila di atas lantai tanpa mengenakan jas formalnya—hanya kemeja rajut hitam yang lengannya digulung acak hingga siku. Di dalam dekapan lengan kokoh pria itu, Rhea Shaka yang mengenakan pakaian bayi katun premium berwarna putih tampak menggeliat jenaka. Sepasang mata sipit Rhea berkedip-kedip menatap garis rahang tegas aya

