“Jelaskan padaku, apa maksud dari semua ini, Elara?!” Bentakan Kalandra menggelegar, memutus kesunyi ruang tengah mansion Altamis yang biasanya senyap dan kaku. Sebuah botol plastik putih berisi suplemen asam folat terlempar kasar, mendarat dengan bunyi deburan keras di atas karpet wol tebal. Tas tangan Elara tergeletak terbuka di atas meja kaca, isinya berserakan setelah dibongkar paksa tanpa izin oleh pria itu. Elara terpaku di dekat pilar pembatas ruangan, seluruh persendiannya mendadak mati rasa melihat kemarahan yang meluap dari mata tunangannya. “Kal, itu bukan seperti apa yang kamu pikirkan saat ini,” Elara mencoba bersuara, tetapi lidahnya terasa sangat kelu. “Jangan membodohiku! Aku tidak sebodoh yang kamu dan seluruh keluargamu kira!” Kalandra melangkah mendekat dengan napas m

