BAB 69

1182 Kata

Pagi itu, kesibukan di lobi lantai tiga gedung Metanoia Publishing bergulir seperti biasa. Di tengah kawasan pinggiran kota yang padat dan bising, gedung tua berarsitektur lawas ini menjadi semacam tempat bernaung bagi para pekerja literasi mandiri yang mengelola ratusan naskah penulis lokal. Elara melangkah masuk melintasi pintu kaca dengan sebuah map kulit cokelat di pelukannya. Map itu berisi draf suntingan naskah yang baru saja ia rampungkan semalam suntuk. Langkah kakinya terasa ringan, dan gurat kelelahan di wajahnya tertutupi oleh binar yang jauh lebih segar. Cincin emas polos pemberian Arlo yang kini melingkar di jari manisnya seolah menjadi sumber kekuatan baru yang terus mengalirkan ketenangan ke dalam hatinya. Namun, begitu Elara berjalan melewati deretan kubikel meja kerja sta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN