“Keluar dari rumahku sekarang, Arlo!” Elara berteriak dengan sisa tenaga yang ia miliki di ujung tenggorokan. Arlo Danendra sama sekali tidak bergeser dari posisinya di ambang pintu besar mansion Altamis yang terbuka. Pria itu justru melangkah masuk ke dalam ruangan, lalu memutar tubuh untuk menutup pintu jati tersebut hingga terdengar bunyi klik yang mengunci rapat akses keluar. Tindakan sepihak itu seketika mengunci mereka bertiga di dalam ruang tengah yang mendadak terasa mencekam seperti ruang interogasi. Kalandra langsung melepaskan cengkeramannya pada kerah kemeja Arlo, mundur dua langkah untuk bersiap menghadapi serangan fisik yang mungkin terjadi. “Kamu pikir kamu siapa bisa mengunci pintu rumah orang lain sesukamu, Arlo?!” Kalandra menuntut penjelasan dengan nada suara meninggi.

