Clara menyandarkan punggungnya ke sofa kecil di sudut ruang keluarga, ponsel menempel di telinga, pandangannya lurus menatap tirai yang sedikit tersibak. Di luar, sore bergerak pelan. Clara sedang melakukan panggilan telepon dengan temannya hari itu. “Re, aku tuh sebenernya males datang,” ucap Clara akhirnya, suaranya dibuat serendah mungkin. “Lah, kenapa?” Suara Rea terdengar antusias dari seberang. “Itu pesta ulang tahunnya Dina, loh. Di Hotel Victoria pula. Masa kamu absen?” Clara menghela napas. “Karena kakaknya Dina pasti ada.” “Mas Dafa?” Rea langsung nyamber. “Yang dulu ngejar-ngejar kamu itu?” “Iya. Bukan hanya dulu, sekarang juga masih,” jawab Clara cepat. “Dan kemarin dia bahkan nyamperin aku ke kantor.” “Oke, ini makin menarik.” Nada Rea berubah penuh rasa ingin tahu. “Te

