Lantai granit rumah keluarga mereka terasa dingin di bawah langkah Arka yang tergesa. Setelah drama kepulangan yang penuh ketegangan di depan Bella, Arka sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk memejamkan mata. Rasa lelahnya sudah sampai ke tulang, namun adrenalin dan sisa-sisa kejadian semalam terus memompa jantungnya. Ia menuruni tangga dengan langkah yang sedikit berat. Jas yang tadi sempat ia lepas kini sudah tersampir rapi di lengannya, kemeja putihnya sudah diganti dengan yang baru meski matanya yang memerah tidak bisa disembunyikan oleh percikan air dingin saat ia membasuh muka. Di ujung tangga, Roy sudah berdiri tegak dengan kunci mobil di tangan. Sebagai asisten yang sudah bertahun-tahun mengikuti Arka, Roy hanya perlu satu lirikan untuk mengetahui bahwa tuannya sedang tidak

