45~SN

1362 Kata

“Ini buat Mila,” ucap Kirana setelah mengikat sebuah kantung plastik hitam di meja makan. Kunyahan Gavin sontak memelan. Tampaknya, Kirana sudah mengetahui identitas asli Mila. Namun, Gavin yakin jika Kirana mengetahuinya bukan dari putrinya, karena Mila belum bertemu kembali dengan wanita itu. “Kamu ... sudah tahu Mila?” “Hm,” jawab Kirana dengan gumaman malas. “Dah pulang sana.” “Aku pulang ikut Djiwa,” ujar Gavin sambil menunjuk pria yang tengah duduk melantai dengan Nila, dengan meja tamu sebagai pembatasnya. “Karena dia masih di sini, jadi aku juga masih di sini.” Kirana memutar malas bola matanya. “Terserah.” “Kirana.” Gavin segera memanggil untuk mencegah Kirana pergi dari dapur. Semua orang sudah pergi dan hanya menyisakan mereka berempat di unit tersebut. “Aku mau minta maaf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN