Amel langsung membalikkan badannya, dan betapa terkejutnya Amel saat melihat Bian mulai menarik pelatuknya untuk memisahkan nyawa dari raganya sendiri. " Jangan coba-coba untuk mengancamku. " ujar Amel Seraya melangkah mendekati Bian, dan Bian tetap menatap Amel tanpa menurunkan tangannya yang tengah memegang pistol dengan mengarah ke kepalanya sendiri. " Turunkan pistol itu sekarang juga! "titah Amel dengan penuh ketegasan. " Cuma satu cara yang bisa menurunkan pistol ini, bahkan bisa jauh dari diriku. "ujar Bian dengan nada dinginnya. " papa, aku tidak suka diancam! "teriak Amel dengan nada yang terdengar cukup bergetar, karena Amel trauma mendengar suara tembakan, terlebih sekarang posisinya ada di rumah almarhum Papanya. " Aku tidak pernah mengancam siapapun. dan kamu juga sudah

