Bab 27

1913 Kata

"Ra ... kamu pulang sama siapa? Ayo, aku anter aja," ajak Sisilia sembari menepuk jok motor matic-nya. Untuk kesekian kalinya, Maura terpaksa menolak. Ia menggeleng kecil dengan senyum seadanya. "Enggak usah, Sil. Rumahmu berlawanan arah, nanti malah kejauhan." Sisilia mencebikkan bibirnya, berpura-pura kesal meski matanya memancarkan perhatian tulus seorang sahabat. "Aku ini lagi mau menabung pahala dengan berbuat kebajikan, kok kamu malah menolak terus, sih?" Maura terkekeh pelan. "Iya, terima kasih. Kamu hati-hati di jalan, enggak usah mengebut bawa motornya." Setelah melambaikan tangan pada Sisilia, Maura melangkah menuju halte bus. Ia duduk di bangku panjang, menunggu angkutan yang akan membawanya ke koridor terdekat dari kompleks apartemen. Sore ini, hatinya terasa jauh lebih te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN