Byan merasa jantungnya direnggut secara paksa hingga dia kehilangan kemampuan untuk bernapas melihat bagaimana Kasih yang jatuh bersimpuh dengan bersimbah darah. “Saya akan mengurus anak-anak, Tuan.” Ucap Mita saat berpapasan dengan Byan, Byan mengangguk kaku lalu dia berlari menghampiri Kasih dan langsung memangkunya, menggenggam tangan Kasih yang terus menekan perutnya. “Bertahan … Bertahan sayang.” Bisik Byan mengecup kening Kasih dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya, dia langsung membopong Kasih dengan detak ketakutan yang menggila luar biasa. Baru kemarin dia dan Kasih memperbaiki hubungan mereka … Baru kemarin mereka akan merencanakan pernikahan impian wanita itu … Baru kemarin dia tinggal dalam rumah yang hangat bersama Kasih dan anak-anaknya. Kenapa semuanya beruba