"Masuklah!” Tangan Johan melambai pada Diana memberi isyarat pada Diana untuk duduk di salah satu sofa yang sudah disediakan. Diana melangkah masuk dan duduk. Diana melihat ada enam orang dalam ruangan Johan. Mereka duduk di kursi yang melingkar dengan Johan berada di tengah sebagai pemimpin. Ada David di antara mereka. Ingin rasanya dia memeluk Diana saking rindunya. Mereka kini jarang berkomunikasi karena kesibukan Diana dan kegusaran David akibat teror email yang di dapatnya setiap pagi. “Baik, karena semua sudah berkumpul, sebaiknya kita mulai saja. Silakan Pak Agus.” Johan memberi waktu bagi staff IT itu. “Terima kasih waktunya, Pak Johan.” Agus segera membuka laptopnya. Sebuah video muncul di sana. Video yang terhubung dengan CCTV di lantai delapan belas, letak kantor David bera