"Iya mama sayang, Rehan nggak ngapa-ngapain Rania kok. Tenang aja, anak kesayangan mama masih mulus, belum di-unboxing." Rehan terkekeh pelan, ketika suara mamanya dari seberang telepon kembali menceramahinya panjang lebar. Tentu sang mama tidak akan percaya sepenuhnya kalau Rehan tidak melakukan sesuatu pada Rania, terlebih setelah tahu keduanya bermalam di rumah Rania. Seandainya sang mama tahu apa yang hampir Rehan dan Rania lakukan semalam, mungkin mamanya itu akan spot jantung dan darah tingginya kumat. Rehan tak bisa membayangkan bagaimana ekspresi galak mamanya dan juga omelan tak berujung yang tak akan habis dalam satu hari. Bisa berhari-hari kena omel, bahkan akan terus diungkit sepanjang masa. Suara langkah kaki dan kekehan Rehan menginterupsi Rania yang sedang sibuk beratraksi

