Rehan tersenyum tipis, mendapati Rania gelisah di depan cermin. Ia yang baru selesai mandi pun menghampiri Rania yang duduk di depan meja rias, tampil cantik dengan dress sabrina bewarna peach. Rehan selalu suka melihat penampakan bahu mulus Rania, leher jenjang yang menggoda dan juga balon udara yang sedikit menunjukkan eksistensinya. Meski sudah diperingati berulang kali, nyatanya jiwa m***m Rehan tak bisa dihilangkan. Seolah sudah melekat dengan jiwanya, mendarah daging dan bercampur dengan darahnya. Selamanya Rehan akan tetap m***m, cuma bedanya m***m sama Rania saja. Tapi sungguh, hari ini Rania kelihatan cantik banget. Nggak sia-sia Rehan minta mamanya untuk mencarikan dress buat Rania dan dikirim ke rumah siang tadi. Karena selepas sarapan tadi Rehan dan Rania menghabiskan waktu un

