Selain Rania, hal yang paling Laura benci ialah Rafael. Mantan laknat yang terus mengikutinya ke mana pun ia pergi, hobi ikut campur urusannya dan juga selalu menggagalkan rencana-rencana fantastisnya. Seperti malam ini, laki-laki itu menyeretnya pergi dari kediaman Rania. Padahal ia masih punya rencana gila yang belum sempat terealisasikan, tapi sialnya Rafael seakan tahu dan mencegahnya melakukan hal nekat itu dengan membawanya pergi sejauh mungkin dari rumah Rania. "Kenapa kau selalu ikut campur urusanku!" Tak lagi berteriak, Laura berkata pelan tapi penuh penekanan. Tenggorokannya sudah lelah terus berteriak sedari tadi, hingga ia pun memutuskan untuk berucap pelan tapi tak meninggalkan kesan tegas dan dingin di suaranya. "Bukankah sudah aku peringatkan berulang kali, jangan ikut camp

