Dua minggu dengan rutinitas sama, monoton dan memuakkan. Diliputi perasaan tak nyaman yang menyiksa setiap detiknya, disusul rongrongan dalam diri yang selalu membuat kepalanya serasa mau pecah. Rafael tak tahan lagi dengan semua hal yang dirasakannya selama dua minggu terakhir. Ia tak bisa hanya memantau dari kejauhan, lalu pulang dengan rasa sesal tak berujung, yang setelahnya membuat ia kesulitan memejamkan mata setiap malam. Hari ini, setelah dua jam hanya berdiam diri di dalam mobil, akhirnya Rafael memutuskan untuk keluar. Udara dingin di pagi hari seketika menusuk kulit, meski sudah berbalutkan jaket tebal. Nyatanya udara pagi di tempat yang tampak menyeramkan itu berhasil membangkitkan bulu-bulu halus di sekujur tubuh Rafael. Ia berusaha untuk tidak mengumpat ketika menyusuri jala

