Keinginan

1970 Kata

Dentuman nyaring memekakkan telinga, suara tabrakan keras dan jerit terakhir saling beradu. Kecelakaan mengerikan itu terjadi di depan mata, membuat Rania terpaku menatap dua sepeda motor yang terlempar ke dua arah berlawanan. Dadanya seketika nyeri, ketika ia mengenali ketiga orang korban kecelakaan tersebut. Tangannya gemetar, jantungnya bertalu-talu, genangan di pelupuk mata tak lagi bisa dibendung. Namun, Rania tak bisa melakukan apa-apa selain membuka mulutnya yang tak mampu mengeluarkan suara apa pun. Ia ingin berteriak, memanggil ketiga orang yang terbujur lemas bersimbah darah di atas aspal jalanan. Tapi suaranya seakan ditelan bumi, seolah ia mendadak bisu dan keheningan menenggelamkannya. Ayah! Ibu! Rehan! Gambaran mencekam di depan mata itu seketika lenyap, ketika Rania ters

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN