Ranti duduk termenung, mengingat kembali kesalahannya beberapa tahun silam. Kesalahan yang membuatnya menanggung rasa bersalah itu selama bertahun-tahun dan menutupi semuanya dari siapa pun, bahkan suaminya sendiri. Kala itu ia memang mengambil keputusan sendiri, tanpa berdiskusi lebih dulu dengan suaminya. Karena ia tahu seperti apa suaminya, jadi percuma saja mendiskusikannya. Suaminya memang tak akan setuju dengan tindakan Ranti melenyapkan semua barang bukti dan menyuap seorang anggota penyidik yang menangani kasus kecelakaan Rehan. Bahkan Ranti yang merancang skenario penyelamatan Rehan dan membiarkan korban lain di TKP untuk beberapa waktu tanpa mendapat pertolongan. Semua itu ia lakukan untuk membuat kesan bahwa korban lain itu mengalami kecelakaan akibat tabrak lari, di mana pelak

