Plak! Kayna tersentak saat tamparan keras melayang pada pipinya. Ia yang berniat keluar justru dihadiahi sebuah tamparan keras dari tamu tak diundang yang tiba-tiba muncul di depan rumahnya. Kayna melebarkan mata, menatap sosok wanita yang baru saja menamparnya berdiri di hadapannya dengan angkuh. "Jadi benar prasangkaku selama ini?" Wanita itu buka suara, mendecih sinis saat matanya beradu tatap sama Kayna. "Kau dan Kenzo main belakang?" Wanita yang tak lain Kania, kekasih Kenzo itu berdecak. "Harusnya aku tak terlalu percaya dengan wanita sepertimu, harusnya aku waspada, karena wanita sepertimu memang suka jadi perebut pasangan orang, dan see, semua terjadi, kau mencoba merebut Kenzo dengan bayi sialan yang ada dalam perutmu!" Kayna mengepalkan tangannya, menahan amarah ketika mendeng

