Bagaimana jika kebenaran lebih buruk daripada pikiran-pikiran buruk yang terus menghantuimu selama ini? Ada yang bilang, terlalu lama memendam suatu keinginan sering berakhir dengan kekecewaan, karena ekspektasi dan realitanya kebanting. Mungkin itu yang Monic rasakan saat ini. Setelah berminggu-minggu penuh kekhawatiran dan kecemasan, pertanyaan yang ditahan-tahan sampai terasa seperti bisul nggak pecah-pecah, jawaban yang dia dapatkan ternyata hanya sesingkat itu. “Well ... that was cute.“ Bukan hanya jawaban singkat yang sama sekali nggak menjelaskan apa pun, melainkan ekspresi Gerald yang tersenyum super lembut dan super manis ketika mengatakan itu membuat Monic terpana untuk sesaat. Ekspresi apa yang barusan gue lihat itu? Gerald memang bukan laki-laki pemurung yang senyumnya seri

