“Papa ngasih saya amanat untuk mentraktir Pak Gerald makan malam dulu sebelum pulang sebagai bentuk terima kasih. Tapi kalau Pak Gerald lagi buru-buru atau pengin segera istirahat, lebih baik lain waktu saja.” Monic setengah mati berharap Gerald sedang buru-buru atau sudah capek dan ingin segera pulang. Pertama, masa iya dia mau makan bareng bosnya? Kedua, ya kali Monic harus mentraktir makan malam bosnya? Berapa bujet yang harus disiapkan? Nggak mungkin makan di restoran abal-abal, kan? Bisa-bisa gaji Monic setengah bulan ludes karena harus membelikan makan malam bosnya. “Boleh. Saya nggak buru-buru.” Monic tersenyum masam, dan berusaha keras menyembunyikannya. “Pak Gerald mau makan apa?” Jangan yang mahal-mahal, please? Monic sedang berusaha menabung untuk biaya vaksin dan steril Bob

