BAB 18

1870 Kata

Awalnya Monic nggak yakin dengan apa yang dia lihat, terutama karena jarak mereka cukup jauh, terpisah sekitar enam antrean pembeli. Apalagi pria itu memakai celana pendek selutut berwarna krem, sweater putih, running shoes dan topi. Sebuah style yang sangat-sangat bukan Gerald. Namun, ketika jarak mereka terpangkas hingga tinggal empat orang pembeli, Monic yakin dia nggak salah orang. 'Ya, Tuhan, haruskah gue ketemu orang ini di luar kantor juga,' keluh Monic dalam hati. Namun, sekelebat pemikiran muncul di benaknya. Kenapa Gerald ada di sini? Dari sekian lokasi CFD yang ada di kota ini, kenapa Gerald harus ada di sini juga? Sudah berkali-kali Monic membantu pop up café Sunday Morning, baru kali ini dia melihat Gerald. Apa jangan-jangan ... pria itu menguntitnya? Monic jadi ingat kej

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN