BAB 25

1187 Kata

Azlan memutar kenop pintu dengan gerakan sangat pelan, seolah takut suara sekecil apa pun akan memecahkan ketenangan di dalam kamar. Ia menghela napas panjang saat melihat Kaira sudah terlelap di balik selimut. Sore tadi, suasana di rumah keluarga Alzahir benar-benar panas. Safira, mamanya, secara terang-terangan mengusir Azlan dan memintanya kembali ke rumah yang ia tempati bersama Khalisa. Namun, Azlan menolak mentah-mentah. Mana mungkin ia bisa meninggalkan Kaira, terutama setelah rahasia tentang kemungkinan kehamilan itu ia dengar sendiri di taman. Azlan melangkah mendekati tempat tidur, lalu perlahan naik ke atas kasur. Ia duduk di sisi ranjang, menatap lekat wajah Kaira yang tampak begitu damai dalam tidurnya. Dalam diam, Azlan merasa Kaira sangat egois. Bagaimana bisa wanita itu me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN