BAB 27

1532 Kata

Khalisa mengerutkan kening, jemarinya mengetuk permukaan meja makan dengan irama yang tidak beraturan. Pikirannya tidak tenang. Tepat satu minggu sudah Kaira mengurung diri di dalam kamar, hampir tidak pernah menampakkan batang hidungnya di ruang tengah. Yang membuat Khalisa semakin gelisah adalah sikap Azlan. Suaminya itu tampak acuh tak acuh, namun matanya tidak pernah lepas dari layar ponsel dengan dahi berkerut serius. “Mas sedang melihat apa?” tanya Khalisa, mencoba memecah keheningan yang menyesakkan itu. Azlan tersentak kecil, lalu dengan gerakan cepat menutup layar ponselnya dan meletakkannya di atas meja dengan posisi terbalik. “Hanya urusan kantor. Ada beberapa laporan yang harus segera mas periksa,” jawabnya singkat sebelum meraih sepotong roti. “Mas, apa tidak sebaiknya kita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN