Ceklek. Azlan memutar kenop pintu dengan gerakan yang sangat lambat, nyaris tanpa suara. Ia menghela napas lega saat mendapati suasana kamar hanya diterangi lampu tidur yang temaram. Di atas ranjang luas itu, Kaira tampak sudah terlelap dengan posisi miring, memeluk bantal guling dengan sangat erat. Azlan tersenyum tipis, rasa lelah yang menghimpit bahunya sepanjang hari seolah menguap begitu saja melihat wajah damai istrinya. Dengan langkah berjinjit, Azlan mengambil pakaian ganti dari lemari, lalu segera menyelinap masuk ke dalam kamar mandi. Ia menghidupkan pancuran air, membiarkan air hangat membasuh seluruh tubuhnya. Azlan menggosok setiap jengkal kulitnya dengan sabun lebih lama dari biasanya. Ia ingin memastikan tidak ada kuman atau bakteri dari luar yang tersisa di tubuhnya. Buk

