Sore itu, teras belakang kediaman Alzahir terasa begitu tenang. Cahaya matahari yang mulai meredup memberikan semburat jingga di permukaan kolam renang. Kaira duduk bersandar, menyesap rasa asam dan pedas dari bumbu rujak yang disiapkan khusus oleh Safira. Di sampingnya, Safira dan Bibi Juwi tampak menikmati suasana santai tersebut. Kaira tersenyum manis saat menerima potongan mangga muda lagi, namun ada ganjalan yang sejak tadi menghuni benaknya. “Ma, Bi ... Kaira benar-benar minta maaf soal semalam,” ucapnya pelan, meletakkan garpu kecilnya. “Kaira merasa tidak enak. Mama sudah masak nasi goreng, Bibi sudah beli sate, bahkan Mas Azlan dan Altair sampai petik mangga tengah malam ... tapi Kaira malah tidur pulas saat semuanya siap.” Safira meletakkan piring kecilnya dan menatap menantuny

