BAB 33

1630 Kata

Cahaya lampu tidur yang temaram memberikan siluet lembut pada wajah Azlan. Kaira membuka matanya perlahan, mendapati suaminya masih terlelap dengan napas yang teratur dan tenang. Dalam diam, Kaira memperhatikan setiap garis wajah pria itu. Azlan memang tampan, sebuah fakta yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun. Namun, lebih dari sekadar rupa, kebaikan dan perhatian yang Azlan curahkan akhir-akhir ini justru menjadi beban tersendiri bagi ulu hati Kaira. Rasa bersalah itu merayap pelan, menyelusup di antara denyut jantungnya. Bukan hanya kepada Azlan, tapi juga kepada seluruh anggota keluarga Alzahir. Mereka begitu tulus menerimanya, memberikan kasih sayang yang selama ini menjadi kemewahan yang mustahil ia dapatkan di rumah keluarga Kareem. Namun, di balik senyum manis dan sikap santunny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN