“Mah, kita harus memikirkan cara agar perceraian ini tidak terjadi. Khalisa tidak mau berpisah dengan Mas Azlan, apalagi membiarkan Kaira mengambil alih posisi sebagai istri sah secara hukum,” ucap Khalisa sembari menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan kasar. Napasnya memburu, raut wajahnya menyiratkan kemarahan sekaligus ketakutan yang nyata. Samira yang sejak tadi mondar-mandir di ruang tamu itu berhenti melangkah. Ia menatap putrinya dengan sorot mata tajam. “Kamu pikir Mama akan tinggal diam? Jelas Kaira tidak boleh menggantikan posisimu. Mama tidak akan sudi menerima itu.” Samira memijat pelipisnya yang berdenyut. Kabar tentang pengacara Azlan yang telah mengirimkan berkas tuntutan cerai benar-benar di luar dugaannya. Ia mengira Azlan hanya gertak sambal, namun ternyata pria itu seri

