Suasana di dalam mobil mewah yang melaju membelah jalanan kota itu terasa tegang, namun bukan karena amarah yang meledak, melainkan karena proteksi yang begitu kental. Safira, dengan wajah yang masih menyiratkan sisa-sisa emosi setelah melihat luka di kaki menantunya, tak henti-hentinya menyuarakan kegelisahannya. Keputusannya sudah bulat, Kaira tidak boleh lagi tinggal di rumah itu untuk sementara waktu. Ia membawa Kaira pulang ke rumah keluarga besar Alzahir, dan Azlan, tanpa banyak membantah, memilih ikut serta. Ia tahu benar, tinggal di rumah itu tanpa Kaira hanya akan membuatnya berhadapan dengan drama Khalisa yang melelahkan. “Kaira tinggal bersama Mama bertahun-tahun dan tidak pernah terluka sedikit pun. Tapi baru tinggal beberapa hari di sana, kakinya sudah hancur begini,” omel Sa

