BAB 19

1463 Kata

Aroma gurih kaldu ayam memenuhi dapur sore itu. Kaira berdiri terpaku di depan kompor, tangannya sesekali mengaduk perlahan cairan bening kekuningan di dalam panci. Matanya tak pernah lepas dari uap yang mengepul. Ia sengaja tidak meninggalkan area dapur sedikit pun, bahkan hanya untuk sekadar mengambil minum di lemari es. Di rumah ini, ia tahu bahwa kecerobohan sekecil apa pun bisa menjadi senjata yang mematikan. Ia tidak ingin memberikan celah bagi siapa pun untuk mengusik atau memasukkan sesuatu ke dalam masakannya. “Jika sudah matang, Nyonya Khalisa ingin sop ayamnya diantar ke ruangan ujung,” suara Bi Parni mengejutkan Kaira dari lamunannya. Kaira menghentikan adukannya. Ia mengernyit, mencoba mencerna instruksi tersebut. “Ruangan mana ya, Bi?” tanya Kaira pelan, memasang wajah seol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN