“Tidak bisa, Presdir. Anda adalah pemilik perusahaan. Status Anda tidak bisa dianggap sepele.” Leebin merasa lelah, dan dia tidak ingin berdebat lagi. Pria itu memilih diam saja dan tetap menyelesaikan makan siangnya. “Jadwal hari ini benar-benar sudah selesai kan?” “Iya Presdir. Hanya saja Nona Liana..” Regan menarik kursi lalu duduk di sana. “Ada apa lagi dengannya?” Tanya Leebin seraya menatap Regan dengan malas. “Dia ingin bertemu dengan Anda, tapi saya bilang kalau Anda sedang sibuk hari ini.” Ucap Regan dengan suara pelan. Leebin dan Regan sedang sibuk bicara tiba-tiba seseorang masuk ke dalam kantin menggebrak meja di depan Leebin. “Braaakkk!” “Liana?!” Seru Leebin, dia sangat terkejut lantaran Liana sudah tiba di GK. Leebin dan Regan spontan berdiri dari kursinya. Beberap

