Keesokan harinya, mereka bertiga sarapan bersama di meja makan. Leebin duduk di antara Darel dan Melisa, pria itu sejak tadi menyuap beberapa makanan ke dalam mulut putranya tersebut. “Papa, Darel sudah kenyang.” Darel mengusap perutnya yang kini sudah membuncit. “Minum susunya dulu.” Leebin mengambilkan gelas s**u dari atas meja. “Darel harus cepat tumbuh, supaya Darel bisa melindungi Mama dari orang jahat.” Leebin mengusap kepala anak itu sambil tersenyum. Darel menatap Leebin sambil meneguk s**u dalam gelasnya, anak itu terlihat imut dan lucu sekali. “Kamu begitu perhatian padanya, lihatlah makanan di atas piringmu sudah dingin.” Tegur Melisa padanya. “Aku sangat senang dia tinggal bersamaku saat ini, rasanya duniaku sudah kembali.” Membalas tatapan mata istrinya lalu mengusap pip

